Beton

Cara Menghitung Batu Split untuk Cor Beton Rumah

Pelajari cara memperkirakan kebutuhan batu split berdasarkan volume cor, tebal beton, koefisien campuran, dan cadangan material.

Fungsi batu split dalam beton

Batu split adalah agregat kasar yang membantu membentuk volume dan kekuatan beton. Material ini umum dipakai untuk cor lantai, dak kecil, sloof, kolom, atau pekerjaan beton sederhana.

Ukuran split, mutu beton, rasio campuran, dan cara pengadukan bisa membuat kebutuhan aktual berbeda dari estimasi kasar.

Rumus volume cor sederhana

Hitung volume beton dari panjang × lebar × tebal. Jika tebal masih dalam sentimeter, ubah ke meter terlebih dahulu. Setelah volume beton diketahui, kalikan dengan koefisien kebutuhan split.

Tambahkan cadangan 5–10% untuk susut, tercecer, dan variasi pekerjaan di lapangan.

Kapan perlu hitungan teknis?

Untuk dak, balok, kolom, atau elemen struktur yang menahan beban besar, estimasi material saja tidak cukup. Tetap perlu desain struktur, pembesian, dan mutu beton yang sesuai.

Kalkulator cocok untuk gambaran belanja awal, bukan untuk menggantikan perhitungan struktur.

Gunakan kalkulator di bawah untuk mencoba hitungan sesuai data rumah Anda.
🪨Gratis

Simulasi

Kalkulator Batu Split

Hitung kebutuhan batu split untuk cor lantai, sloof, dak kecil, atau beton sederhana.

Rumus sederhana

Panjang × lebar × tebal cor × koefisien split + cadangan

Isi Data

Kosongkan dan isi ulang angka sesuai ukuran rumah. Klik Hitung Hasil setelah selesai.

Hasil awal memakai contoh angka.

Hasil estimasi

1.06 m³

m³ batu split

Volume beton: 1.20 m³
Koefisien split: 0.8 m³/m³ beton
Kebutuhan split + cadangan: 1.06 m³
Estimasi harga split: Rp 337.920

Mutu beton dan campuran tukang bisa mengubah kebutuhan split. Untuk struktur penting, ikuti hitungan teknis atau arahan mandor/insinyur.